Cara Mudah Memilih dan Menyimpan Ikan Laut

Ikan termasuk jenis makanan yang sangat digemari oleh orang yang ingin hidup sehat. Kandungan gizi, mineral dan nilai protein yang tinggi dalam ikan dipercaya dapat membuat sehat orang yang rutin mengkonsumsinya. Ikan juga dapat diolah menjadi berbagai variasi makanan. Di negara tertentu seperti Jepang, ikan lebih populer dimakan mentah.

Beberapa jenis ikan sangat sensitif terhadap perlakuan oleh sebab itu perlu beberapa tindakan atau perlakuan khusus terhadapnya agar ikan tetap terlihat segar dan awet.

Ikan laut merupakan jenis ikan yang sangat digemari oleh banyak orang. Beberapa di antaranya adalah ikan tuna, ikan kakap merah, ikan kerapu dan lainnya.

Kandungan protein, omega-3 dan asam amino yang tinggi terhadap ikan laut bisa berkurang jika kita tidak hati-hati dalam memilih dan menyimpan ikan tersebut.

Jika Anda termasuk orang yang sangat menggemari ikan laut, berikut ini beberapa tips ringan yang bisa Anda lakukan untuk memilih dan menyimpan ikan agar bisa awet dan tahan lama.

Tips Memilih Ikan Laut

ikan-laut-di-pasar

Ikan Laut di Pasar – pixabay.com

 

Ketika Anda membeli ikan laut di beberapa supermarket atau pasar tradisional, perlu Anda pastikan untuk menghindari memilih ikan yang memiliki kulit yang kering.

Beberapa ikan laut yang masih segar umumnya memiliki warna kulit yang khas. Ikan tuna dan salmon misalnya sangat mudah dikenali dari warna daging dan kulitnya.

Pada beberapa bagian tertentu, ikan akan memiliki tekstur yang kenyal dan empuk ketika ditekan atau disentuh oleh jari.

Jika Anda terpaksa memilih ikan yang beku maka Anda bisa menggunakan aroma ikan tersebut untuk mengetahui mana ikan yang masih segar. Pada beberapa jenis ikan laut, mereka dapat dikenali hanya dari aroma dan bau ikan.

Anda juga bisa melihat beberapa ciri dari ikan yang masih segar diantaranya warna kulit terang dan cerah, mata ikan jernih menonjol dan cembung, insang ikan berwarna merah.

Beberapa tanda ikan laut yang sudah busuk dan tidak layak adalah mata suram dan tenggelam, warna kulit suram dengan lendir yang tebal, insang berwarna kelabu atau gelap dengan lendir yang tebal, daging di bagian perut lembek.

Untuk udang segar maka Anda bisa melihat dari beberapa ciri di antaranya warna udang jernih dan tidak terdapat bintik hitam, daging udang terasa keras, kaki dan kulit kepala tidak mudah lepas.

Cara Menyimpan Ikan Laut

ikan-laut-segar

Ikan Laut Segar yang Disimpan – pixabay.com

 

Cara penyimpanan ikan laut juga ternyata sangat berpengaruh pada rasa ikan ketika diolah dan dikonsumsi. Jika Anda membeli ikan laut yang sudah dibekukan, pastikan agar ikan beku tersebut tidak cair dalam perjalanan Anda dan langsung dimasukkan ke dalam freezer ketika sampai di rumah.

Agar ikan laut tetap dalam kondisi bagus saat dimasak. Pastikan ikan beku tersebut dicairkan dulu dalam air suhu normal. Jangan menggunakan air panas karena dapat mengurangi kandungan mineral dan nilai gizi dari ikan.

Ikan laut jenis tertentu misalnya ikan tuna masih bisa bertahan hingga 2 hari di lemari pendingin sehingga Anda bisa mengkonsumsinya di kemudian hari.

Beberapa ikan laut juga dianjurkan untuk tidak dimasak atau dihangatkan berkali-kali seperti ikan kakap merah, ikan tuna karena dengan memasaknya kembali dapat mengurangi nilai gizi dan mineral yang ada dalam ikan.

Cara yang paling mudah untuk menghindari hal tersebut adalah dengan mengganti cara pengolahannya. Contoh jika hari ini ikan tersebut diolah dengan kuah asam pedas dan jika tidak habis hari ini maka esoknya Anda bisa menggorengnya dengan bumbu rica-rica atau membakarnya menjadi sate.

Semoga cara memilih dan menyimpan ikan laut di atas dapat membantu dan menginspirasi hari-hari Anda. Selamat mencoba 😀

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *