Inilah Gabus Pucung, Warisan Budaya Kuliner Asli Betawi

Inilah resep gabus pucung yang masuk dalam warisan budaya tak benda yang ditetapkan pada tahun 2014.

Resep ini sangat praktis dan hemat karena Anda cukup mengeluarkan dana tak lebih dari 20.000 rupiah untuk membuat 3 (tiga) porsi gabus pucung.

Resep ini juga sangat bermanfaat karena menggunakan ikan gabus yang bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan pasca operasi dan memperbaiki sel-sel serta jaringan tubuh yang rusak. Penasaran dengan rasanya? Mari kita eksekusi.. 😀

Gabus Pucung, Warisan Budaya Kuliner Asli Betawi

pucung-kepayang

Biji pucung atau kepayang – wikipedia.org

 

Pucung merupakan bahasa lain dari keluwek, kluak atau kepayang. Sebuah tanaman pohon liar atau setengah liar yang mengandung racun yang bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan pusing atau mabuk.

Istilah mabuk kepayang yang sering digunakan pada pasangan yang lagi jatuh cinta berasal dari efek yang ditimbulkan oleh biji tanaman yang bisa menjadikan orang menjadi mabuk! 😀

Racun yang memabukkan dan membuat pusing yang terdapat pada biji tanaman ini biasa juga digunakan dalam mata anak panah.

Meskipun mengandung racun hydrogen cyanide yang berbahaya, biji tanaman ini dapat digunakan dalam campuran makanan jika diolah dengan cara yang benar yaitu dengan merebusnya dan merendamnya terlebih dahulu.

Penggunaan pucung dalam kuliner dimaksudkan untuk memberikan warna hitam pekat pada rawon, brongkos dan sup konro yang menjadi kuliner yang difavoritkan oleh banyak orang bahkan menjadi kuliner yang menjadi warisan budaya.

Nah, saatnya kita mencoba membuat resep warisan budaya kuliner asli Betawi ini. Selamat mencoba!

 

Bahan-bahan dan cara membuat gabus pucung rasa pedas

Berikut adalah bahan dan cara membuat gabus pucung warisan budaya kuliner asli Betawi.

Bahan untuk rendaman ikan

250 gram ikan gabus, bersihkan

1 sdt ketumbar, sangrai

3 siung bawang putih, haluskan

1 buah jeruk nipis, ambil airnya

1 sdt garam

Bahan utama

2 batang serai, memarkan

3 cm lengkuas, memarkan

2 cm jahe, memarkan

2 lembar daun salam

4 lembar daun jeruk nipis, remas-remas

800 ml air

1 sdt gula pasir

2 buah tomat, dipotong dadu

10 buah cabai rawit

3 batang daun bawang, bersihkan dan potong-potong

1 buah jeruk limau

Minyak goreng secukupnya

Garam secukupnya

Bahan untuk bumbu halus

10 butir bawang merah

4 siung bawang putih

3 cm kunyit, dibakar

4 butir keluwak, ambil dagingnya dan rendam

8 buah cabai keriting

3 buah kemiri, sangrai

Cara membuat gabus pucung

1. Campur semua bahan rendaman ikan, diamkan dalam kulkas selama 1 jam.

2. Panaskan minyak goreng dan goreng ikan hingga matang. Angkat dan sisihkan.

3. Tumis bumbu halus, serai, lengkuas, jahe, daun jeruk dan daun salam hingga tercium aroma harum.

4. Masukkan sisa bahan lainnya kecuali daun bawang, cabai rawit dan jeruk limau kemudian masak hingga mendidih.

5. Masukkan ikan gabus dan cabai rawit, masak hingga bumbu meresap.

6. Tambahkan daun bawang, masak sebentar dan angkat.

7. Gabus pucung siap untuk dihidangkan bersama dengan perasan jeruk limau.

Demikian cara membuat resep gabus pucung rasa pedas sebuah warisan budaya asli Betawi. Cukup mudah bukan cara membuatnya? Semoga dengan dionlinekannya resep ini maka warisan budaya kuliner asli Betawi tetap terjaga. Selamat menikmati!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *